Mesin Sablon Kaos

mesin sablon kaosJika kita bicara tentang mesin sablon kaos, otomatis yang akan kita uraikan berikut adalah tentang sablon digital. Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita bahas keunggulan dari metode sablon digital :

• Tidak ada minimal order karena dapat mencetak satuan.
• Hasil sablon full color dan setara dengan kualitas photo.
• Dapat dicutting sesuai dengan kontur/bentuk design.
• Dapat diaplikasikan di berbagai bahan dan warna (gelap maupun terang).
• Hasil sablon cukup kuat dan tidak mudah pecah, untuk metode tertentu perawatan jangan menyikat bagian sablon dan setrika bagian dalam.

Ada 3 macam mesin sablon kaos atau metode sablon digital, yang sering digunakan yaitu :

1. Transfer Paper

Metode Transfer Paper adalah metode sablon digital yang menggunakan media kertas khusus yang sering disebut “Transfer Paper”, di mana gambar/desain dicetak menggunakan printer ke kertas khusus tersebut kemudian diaplikasikan ke kaos menggunakan mesin hot press. Gambar yang dicetak dapat menggunakan format jpg, gif, ataupun format lainnya.

Keunggulan metode Transfer Paper :
• Tidak ada minimal order karena dapat mencetak satuan.
• Hasil sablon full color dan setara dengan kualitas photo.
• Dapat dicutting sesuai dengan kontur / bentuk design.
• Dapat diaplikasikan di berbagai bahan dan warna (gelap maupun terang).
• Hasil sablon cukup kuat dan tidak mudah pecah.

Kekurangan metode Transfer Paper :
• Harus menggunakan mesin cutting jika bentuk desain/gambar sudah tidak dapat digunting secara manual menggunakan tangan.
• Tidak dapat disikat ataupun disetrika pada bagian sablon

2.  DTG atau Direct to Garment printer

Dengan metode DTG ini, kita dapat mencetak langsung desain/gambar langsung ke kaos dengan menggunakan tinta khusus tekstil yang tidak akan luntur jika dicuci. Gambar yang dicetak dapat menggunakan format jpg, gif, ataupun format lainnya.

Keunggulan metode DTG :
• Dapat disetrika pada bagian sablon
• Tidak ada minimal order karena dapat mencetak satuan.
•   Hasil sablon full color dan setara dengan kualitas photo.
•  Hasil sablon kuat dan tidak mudah pecah karena tinta yang menyerap ke serat kain.
•   Proses sablon lebih cepat dan mudah.
• Biaya produksi lebih murah dibandingkan menggunakan Transfer Paper ataupun Flex.

Kekurangan metode DTG :
•    Untuk sementara hanya dapat diaplikasikan di kaos berwarna terang.
• Tidak dapat mencetak desain/gambar berwarna putih karena tidak tersedianya tinta berwarna putih.

3. Flex
Flex adalah lembaran menyerupai stiker yang bisa ditransfer menggunakan mesin hot press. Gambar yang dicetak sebaiknya menggunakan gambar berbasis vektor (contohnya : format AI, Corel Draw, dll)

Keunggulan metode Flex :
• Tidak ada minimal order karena dapat mencetak satuan.
• Dapat dicutting sesuai dengan kontur / bentuk design.
• Dapat diaplikasikan di berbagai bahan dan warna (gelap maupun terang).
• Hasil sablon cukup kuat dan tidak mudah pecah.
• Warna solid

Kekurangan metode Flex :
• Harus menggunakan mesin cutting untuk hasil yang rapi.
• Tidak dapat disikat ataupun disetrika pada bagian sablon.

Dengan adanya uraian diatas, keunggulan dan kekurangan masing-masing metode mesin sablon kaos, dan pertimbangan harga serta kualitas hasil produksinya diharapkan bisa menjadi pertimbangan sebelum membeli atau menggunakan salah satu mesin atau metode yang akan dipakai menjalankan usaha kaos sablon

Speak Your Mind